Jumat, 18 Juni 2010

"HOTEL PRODEO"

Dan mentari itu pun tetap dapat menggelayut manja dalam dekapan cumulus, belaian sayap-sayap burung, dan lembutnya hembusan angin Firdaus ..

Delapan belas hari tanpa mentari yang terkurung dalam ketidakberdayaan dan ketidakadilan dari para Penghuni Tanah.
Ia khilaf .. melawan kehendak Sang Pencipta,
menyusuri indahnya langit di malam hari..
"Tidak boleh, Mentari!!", ucap-Nya, "Telah Ku perintahkan Rembulan 'tuk menerangi.."
Ia khilaf .. melawan kehendak Sang Pencipta,
meracuni semua kejora yang bersinar,
tak ubahnya seperti kawanan hewan liar..

Wahai Penghuni Tanah,
berhentilah menantangku untuk menyinarimu .
kau akan tandus .. tak terurus ..
kesombonganmu .. aturanmu tak ada artinya lagi
ketika Ia berkata, "Tidak!! Bukan sekarang .. belum saatnya ..!!"

Lalu datanglah kawanan burung Firdaus menghampiri Sang Mentari..
Panas.
Penat.
Tak berdaya.
tapi dengan kehendak-Nya,
burung-burung Firdaus pun dapat menyentuh Sang Mentari,
Para Penghuni Tanah mengatupkan verbalnya ..
takjub.
Tak ada arti perbuatan jika hanya berkata-kata
Burung-burung Firdaus tetap terbang,
menyampaikan pesan dari Sang Pencipta,
untuk Mentari,
"Kembalilah bersinar .."

Dan mentari itu pun tetap dapat menggelayut manja dalam dekapan cumulus, belaian sayap-sayap burung, dan lembutnya hembusan angin Firdaus ..


Powered By Blogger